Memutuskan tali Ukhuwah

Setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, hingga ber abad abad lamanya
Waktu Akan terus berganti..
Begitu pula sifat manusia..

Manusia adalah makhluk sosial
Membutuhkan orang lain
Dan harus selalu ada ketika dia dibutuhkan

Tetapi kadang manusia egois
Melupakan siapa yang selama ini mengisi hari dan haru nya
Siapa yang senantiasa menesehatinya
Dan siapa yang siap menjadi pundak
Disaat keluh kesahnya tidak ingin ia sampaikan di sosial media maupun disekitarnya

Terlebih, ketika manusia lupa
Bahwa teman dekatnya lebih penting
Dibandingkan teman sosial media nya

Manusia memang aneh
Malah menyukai media saja dibandingkan aslinya
Dan ini berlaku untuk semua hal..

Contoh kecil nya
Kita lebih semangat melihat handphone kita
Dibandingkan membaca.
Kita lebih semangat di ajak oleh orang lain
Dibandingkan mengucapkan "apa kabar" untuk keluarga dirumah.
Dan kita lebih mudah percaya berita hoax dibandingkan ber tabayyun terlebih dahulu..

Pada akhirnya, jati diri manusia sebagai makhluk sosial akan lumpuh dalam konteks nyata
Sebab, manusia lebih menyukai hal hal yang berbau instant saja

kita akan tampak resah
Jika handphone kita low
Dibandingkan iman dalam diri kita.
Kita seolah oleh menjadi budak
Dari hal yang kita ciptakan sendiri
Tanpa sadar?
Kita lalai menggunakan waktu
Lalai menggunakan kata
Dan sangat mudah berkomentar
Dari pada bertindak secara nyata...

Manusia seakan dihipnotis
Dengan dunia yang mengelenakkan dengan segala godaan dan tipu daya
Mudah saja di adu domba kesana kemari
Dengan pemberitaan yang menyudutkan 1 pihak
Bukankah cara yang tepat untuk
Hidup di dunia ini adalah
Dengan saling menesehati dan selalu menyampaikan kebenaran..

Yang jadi permasalahan adalah kapan dan bagaimana kebenaran tersebut disampaikan
Jika kita lebih percaya omongan orang lain..

Misalnya saja
Kita lebih memilih untuk diam
Dibandingkan bertanya kesalahan kita
Kepada orang lain
Bukan kah ini perbuatan terpuji jika
Kita berani mengakui kesalahan?

Apakah kita tidak bersyukur mendapatkan teman
Yang selalu ada ketika kita butuh?
Jangan sampai kita menjadi celaka karena rasa tidak ingin kalah demi menjadi
" yang paling benar "
Jangan tanyakan kesalahan nya namun tanyakan kepada diri kita
bahwa untuk menjadi
Menjadi manusia,
Apakah Tidak boleh menjadi seorang Hamba yang bersyukur???

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama